Béda révisi "Sumatra Kulon"

7 bita dipupus ,  4 tahun yang lalu
m
Ngarapihkeun éjahan, replaced: nyaeta → nyaéta, nya éta → nyaéta using AWB
m (Ngarapihkeun éjahan, replaced: nyaeta → nyaéta, nya éta → nyaéta using AWB)
 
===Suku===
Suku [[Minangkabau]] awalnya berasal dari dua suku utama: Koto Piliang yang didirikan Datuak Katumanggungan,dan Bodi Chaniago yang dirikan Datuak Parpatiah nan Sabatang. Suku Koto Piliang memakai sistem aristokrasi yang dikenal dengan istilah ''Titiak Dari Ateh'' (titik dari atas) ala istana Pagaruyung sedangkan Bodi Chaniago lebih bersifat demokrasi yang dikenal dengan istilah ''Mambasuik Dari Bumi'' (muncul dari bumi).
 
Sekarang ini seiring perkembangan zaman, suku-suku tersebut juga berkembang menjadi banyak di antaranya Tanjuang, [[Suku Chaniago|Chaniago]], Koto, Piliang, Guci, Simabur, [[Suku Sikumbang|Sikumbang]], Jambak, Malayu.
 
=== Ageman ===
Mayoritas pangeusi Sumatra Barat agemanana nya étanyaéta [[Islam]]. Lian ti éta aya ogé nu agemannana [[Kristen]] di Kapuloan Mentawai, sarta [[Hindu]] jeung [[Buda]] nu umumna para pendatang.
 
=== Pangatikan ===
 
===Hutan & Ikan===
 
 
===Industri===
Bandar Udara ini mulai aktif beroperasional pada akhir tahun 2005 menggantikan [[Bandar Udara Tabing]].
 
Transportasi darat untuk angkutan umum dari dan ke Sumatra Barat berpusat di [[Terminal Regional Air Pacah]], Padang.Terminal ini melayani kendaraan umum antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP).Distribusi jalur antar kota dalam provinsi dari Terminal Regional Air Pacah akan berakhir diwilayah tingkat II yaitu terminal angkutan umum tiap [[kotamadya]] atau [[kabupaten]] di Sumatra Barat.
 
Transportasi laut dari dan ke Sumatra Barat berpusat di Pelabuhan [[Teluk Bayur]], [[Padang]].
Nuansa Minangkabau yang ada di dalam setiap musik Sumatra Barat yang dicampur dengan jenis musik apapun saat ini pasti akan terlihat dari setiap karya lagu yang beredar di masyarat. Hal ini karena musik Minang bisa diracik dengan aliran musik jenis apapun sehingga enak didengar dan bisa diterima oleh masyarakat.Unsur musik pemberi nuansa terdiri dari instrumen alat musik tradisional [[saluang]], [[bansi]], [[talempong]], [[rabab]], dan [[gandang tabuik]].
 
Musik Minangkabau berupa instrumentalia dan lagu-lagu dari daerah ini pada umumnya bersifat melankolis.Hal ini berkaitan erat dengan struktur masyarakatnya yang memiliki rasa persaudaraan, hubungan kekeluargaan dan kecintaan akan kampung halaman yang tinggi ditunjang dengan kebiasaan pergi [[merantau]].
 
Industri musik di Sumatra Barat semakin berkembang dengan munculnya seniman-seniman Minang yang bisa membaurkan musik modern ke dalam musik tradisional Minangkabau.Perkembangan musik Minang modern di Sumatra Barat sudah dimulai sejak tahun 1950'an ditandai dengan lahirnya [[Orkes Gumarang]].
[[Elly Kasim]], [[Tiar Ramon]] dan [[Yan Juneid]] adalah penyanyi daerah Sumatra Barat yang terkenal di era 1970-an hingga saat ini.
 
Diantara perusahaan rekaman yang mengembangkan musik Sumatra Barat adalah '''Minang Record''' yang terletak di kota [[Bukittinggi]].
 
Perusahaan-perusahaan rekaman di Sumatra Barat antara lain:
 
===Tarian===
Tari tradisi bersifat klasik yang berasal dari Sumatra Barat yang ditarikan oleh kaum pria dan wanita umumnya memiliki gerakan aktif dinamis namun tetap berada dalam alur dan tatanan yang khas.Kekhasan ini terletak pada prinsip tari Minangkabau yang belajar kepada alam, oleh karena itu dinamisme gerakan tari-tari tradisi Minang selalu merupakan perlambang dari unsur alam.Pengaruh agama [[Islam]], keunikan adat [[matrilineal]] dan kebiasan [[merantau]] masyarakatnya juga memberi pengaruh besar dalam jiwa sebuah tari tradisi Minangkabau.
 
Macam-macam tari tradisional dari Sumatra Barat meliputi:
 
=== Pakarang tradisional ===
Pakarang tradisional Sumatra Barat nyaetanyaéta [[Keris]].
<!--
===Kadaharan===
18.254

éditan